Perfilman Indonesia yang semakin mengkhwatirkan

April 10th, 2009 by okisetianadewi

Lagi-lagi sebuah tulisan di –post-kan oleh seorang gadis seperti saya yang belum terlalu pintar untuk mengkritisi hal-hal yang ingin saya ungkapkan ini. Sebuah tulisan dengan gaya penulisan yang amburadul dan diksi yang seadanya. Ya, Karena tulisan ini memang hanyalah sebuah ungkapan hati yang sesungguhnya tidak terlalu memikirkan benar keindahan bahasa atau penulisan secara sistematis. Saya hanya memfokuskan pada perasaan saya yang akhirnya melahirkan tulisan ini. Sebelum anda membaca tulisan saya, maka tidak ada salahnya saya meminta maaf atas pemikiran-pemikiran saya yang mungkin berkontradiksi dengan pemikiran anda.

Sudah lama sebenarnya saya ingin menuliskan ini. Semakin menjadi-jadi ketika sesuatu itu semakin merebak dengan gencarnya.

“ Perfilman Indonesia yang semakin mengkhawatirkan”

Saya tidak melihat Indonesia, yang katanya, mayoritas beragama Islam, yang harusnya memegang teguh ajaran Islam yang menginginkan kehormatan pada setiap individu di masa sekarang ini. Saya juga tidak melihat Indonesia, yang katanya, bangsa yang menganut budaya timur, yang notabenenya adalah bangsa yang santun dan memegang kuat rasa malu di zaman sekarang ini. Raib. Semua telah hilang.

Semakin hari pola gaya hidup yang serba permisif semakin nyata. Tidak perlu saya uraikan sedemikian rupa, karena saya yakin anda pun pasti mengakuinya. Bagaimana pola tingkah remaja kita yang membuat saya diam seribu bahasa karena saya merasa tidak punya kekuatan apa pun. Saya menghargai sebuah proses. Dan berulang kali saya katakan, adalah sebuah fitrah bagi setiap individu INGIN menjadi pribadi yang lebih baik di setiap waktunya. Tapi bagaimana bisa berproses kalau tidak pernah ada kesempatan bagi mereka untuk mengetahui mana yang benar? Bagaimanakeinginan itu bisa terwujud bila setiap saat mereka disuguhi contoh-contoh yang semakin dalam menjerumuskan mereka? Mulai dari gaya berpakaian,ucapan-ucapan kasar, hingga adegan yang ‘aneh-aneh’ itu.

Siapa yang merindukan pola gaya hidup islami dan budaya Timur yang santun? Dua hal itu bukan lagi suatu hal yang penting dan bukan lagi dianggap sebelah mata melainkan tak lagi dilihat!

Saya sangat menyadari betapa media memberi pengaruh yang luar biasa terhadap perkembangan moral dan paradigma masyarakat. Saya pun menyadari betapa figure-figur yang muncul dari media itu juga membawa dampak yang begitu hebatnya untuk dicontoh, ditiru. Cobalah anda pergi ke bioskop yang biasanya dipenuhi oleh anak-anak ABG. Lihatlah film-film Indonesia yang menebarkan kejahatan di dalamnya. Baik film drama sampai film horror, adegan-adegan tidak senonoh diselipkan di dalamnya!

Tawa yang bergemuruh dalam gedung bioskop ketika menyaksikan adegan-adegan yang –maaf- saya sebut sebagai perusak moral masyarakat, khususnya pada adik-adik di bawah saya membuat dada saya bergemuruh menahan amarah. Adik-adik yang saya cintai, generasi yang seharusnya membawa perubahan bagi masyarakat ini, justru diracuni perlahan oleh para orang-orang ‘hebat’ itu. Ya, wajar saja kalau semakin kesini, kita semakin bobrok saja.

Dalih sex education sama sekali tidak bisa saya tolerir. Karena hal itu bisa diberikan dengan pendekatan kesehatan dan agama, BUKAN DENGAN GAMBAR-GAMBAR YANG MEMUNCULKAN SYAHWAT!

Kalau boleh saya agak melenceng dari tulisan saya, kekhawatiran saya juga muncul karena adanya fenomena figuritas oleh adik-adik saya. Mengidolakan seseorang secara berlebihan hingga menimbulkan tindakan-tindakan yang seharusnya TIDAK dilakukan. Menangis bahkan sampai histeris. Sekarang, bukan waktunya lagi untuk melakukan tindakan-tindakan tidak berguna seperti itu. Sekarang adalah waktunya belajar dan mengambil contoh-contoh yang baik. Itu artinya, yang tidak baik tidak perlu diamalkan. Masing-masing dari kita akan belajar dari masing-masing yang lain. Tentang apa pun. Itulah yang harus ditanamkan bagi diri setiap orang termasuk saya.

Tulisan ini bukan bagian promosi saya untuk kalian menonton KCB lho…( hehehe.. eh, tapi kalau memang ada rezeki dianjurkan sekali untuk menonton hehe…)

Tapi kalau boleh saya jujur, ternyata ditengah-tengah para petinggi yang hanya memikirkan banyaknya penonton dan banyaknya keuntungan yang akan diraup tanpa memikirkan bahwa betapa mereka telah menghancurkan generasi muda ; mereka dengan maruknya dan kefanatisan terhadap popularitas, tanpa berpikir, bahwa film yang dihasilkan dan diperankan akan menciptakan pendegredasian moral terhadap anak bangsa ini, ternyata masih ada lho, segelintir orang-orang yang berada di koridor yang lurus. Yang memang berorientasi pada sebuah karya yang mendidik. Yang mendatangkan manfaat, yang dapat merubah moral masyrakat menjadi jauh…jauh lebih baik. Orang-orang seperti itu masih ada…sungguh!

Saya berbicara di atas sebagai seorang mahasiswi, teman, dan kakak bagi adik-adik di bawah saya, yang duduk di bangku sekolah ( karena saya tahu betul bahwa media friendster adalah medianya anak muda) karena didasari rasa kekhawatiran saya,

rasa sayang saya, rasa keinginan saya untuk memunculkan kerinduan pada kalian semua tentang kehidupan yang penuh dengan keindahan dan kedamaian dengan menerapkan pola hidup Islami kita. Dengan memegang budaya timur kita.

Akhirnya, dari tulisan yang tidak sistematis dan ngalor ngidul kemana-mana ini, saya hanya ingin berpesan, tolong… pilihlah tontonan yang membawa kebaikan untuk kita. (Karena saya pun tidak punya kekuatan apa-apa untuk menghentikan industri perfilman yang ‘jahat’ itu)

Hal itu bisa diawali dengan MEMILIH teman-teman yang baik. Lingkungan yang baik. Yang pada akhirnya membawa pengaruh yang baik pula. Say no untuk tontanan dan pola hidup amoral!

Untuk para remaja cerdas,

Jiwa religi dan berbudi santun, it’s our life style!

Depok, 7 jan 09

Hingga tiba hari itu…

January 7th, 2009 by okisetianadewi

Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara

Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu

Bagaimana bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan segala yang ada akan kembali pada-Nya

Kutipan lagu opick yang merupakan lagu kesukaan saya selalu saja membuathati ini menangis.

Menangis karena betapa lalainya saya selama ini. Karena tumpukan dosa-dosa yang saya lakukan.

Butuh proses memahami aturan Allah yang begitu indah. Aturan-Nya yang menginginkan hamba-Nya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Aturan-Nya yang menginginkan kebaikan, kehormatan dan kemuliaan bagi hamba-Nya. Yang sering kali diremehkan dan didustakan… yang membuat manusia yang hina semakin hina karena membangkang pada ayat-ayat Allah…

Hingga tiba hari itu…

Manusia berjalan dengan kepala yang ditegakkan, mengejar kenikmatan dunia, bersedia melakukan apa saja, dengan jalan apa saja, untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia. Berbangga dengan pujian-pujian manusia yang sebenarnya tidak berarti apa-apa. Karena Allah telah menutupi aib-aibnya di depan mata manusia. Sehingga yang tampak yang indah-indahnya saja. Berbangga dengan kesuksesan yang telah diraih dan lupa untuk bersyukur padahal dengan sekejap saja, dengan begitu mudahnya Allah membinasakan itu semua. Manusia dengan sombongnya merasa lebih dari yang lain, padahal setiap individu, S-E-T-I-A-P individu berhak untuk dihargai. Siapapun dia. Dengan seenaknya meremehkan orang lain padahal dirinya begitu kecil di hadapan Allah.

Hingga tiba hari itu…

Manusia terkadang lupa bahwa pada hakikatnya mereka pun akan mati. Meninggalkan jasad yang selama ini diagungkannya. Meninggalkan sesamanya yang barangkali dalam hidupnya pernah disakitinya, orang-orang yang terluka dengan sikapnya yang barangkali saja mendoakan semua hal yang buruk untuknya, yang semakin mempersulit kehidupan di alam kuburnya, meninggalkan karir yang mati-matian ia kejar, meninggalkan tumpukan dosa yang sungguh bertumpuk-tumpuk yang akan ia pertanggungjawabkan.

Hingga tiba hari itu…

Manusia menertawakan dan mencemooh manusia lainnya yang ingin menjadi orang yang lebih baik, manusia malu mengakui ia ingin menjadi orang yang lebih baik, Malu karena tanpa ia sadari ia telah berada di tengah-tengah kehidupan yang menuntunnya untuk menuju kebinasaan. Menuju siksaan yang sakitnya tak kan pernah mereka bayangkan. Manusia melewatkan begitu saja peringatan-peringatan Allah yang terangkum dalam sebaik-baiknya bacaan, tanpa setetes airmata pun mengalir di pipinya. Hati yang sedemikian keras, seperti batu, karena kehidupan dunia melenakannya.

Masih ada waktu…

Hingga tiba hari itu…

“Bila waktu tlah terhenti teman sejati tinggallahsepi …”

Doa untuk ukhti-ku…

January 6th, 2009 by okisetianadewi

Doaku untuk ukhti-ku…

 

 

 

Kusapa saudari-saudari yang kucinta dengan sekuntum doa yang kubisikkan pelan pada Rabb-ku…

 

Kau yang memberikan senyuman penuh kasih dan rengkuhan terhangatmu

Kau yang memiliki kesucian hati

yang tidak tercemar dengan kebencian dan iri hati

Kau yang memiliki lidah yang selalu bersih

Kau yang memiliki jiwa yang jujur

 

Kau yang mengajarkanku tentang arti sebuah keimanan

Keimanan yang menghasilkan keterarahanku dalam menjalani hidup ini

Keterarahan yang menghasilkan orientasi yang jelas dalam menapaki hidupku

 

Kau yang begitu menjaga kesucianmu

Yang diam-diam membuatku begitu iri karena sikapmu yang begitu terjaga

 

Kau dengan lambaian jilbabmu yang begitu lembut,

Mengajarkan padaku bagaimana Islam telah memposisikan wanita dengan begitu terhormatnya

Mengajarkan padaku begaimana Islam telah memposisikan wanita dengan begitu mulianya

 

Kau dengan ketinggian akhlakmu,

Menuntunku menuju Rabb-ku…

Membuatku menemukan betapa indahnya hidupku dalam cahaya Islam

Membantuku memahami sedikit demi sedikit ayat-ayat Allah yang dulu begitu kudustakan

 

Kau yang memiliki kata-kata baik dan sikap yang santun,

 Kau yang menyadari petunjuk allah dan senantiasa takut padaNya

Kau yang tidak pernah marah selain karena Allah, agama dan kehormatanmu

Kau yang memiliki jiwa-jiwa yang bahagia

Yang memiliki kematangan jiwa dan kebijaksanaan pribadi

Semua yang pada padamu

Perlahan

Setahap demi setahap

Pada akhirnya mampu menjangkau hatiku

Kureguk hidayah lewat sosokmu

 

Ketika hati tak teguh dan muncul rasa ragu

Kau yang meneguhkan hatiku,

Kau yang meluruskan langkahku

 

Kuceritakan semua duka

Kuteteskan airmata

Kuadukan kelelahan hatiku

Kejenuhan jiwaku

Kusampaikan lukaku

 

Kaulah wanita tercantik yang terus mengasihiku, yang terus memberikan kekuatan dalam doa dan pengharapan padaku

Kau yang terus, hingga detik ini, mengingatkanku, mengalirkan cinta tulusmu padaku

Lewat perbuatanmu, tulisanmu, lisanmu, hatimu, lewat doamu…

 

Kaulah saudariku, yang selalu menginginkan kebaikan untukku, yang selalu membantuku menuju surga-Nya, yang selalu mengingatkanku pada Rabb-ku.

 

Maka apa yang pantas kulakukan untuk wanita sepertimu,

Yang selalu menanamkan kecintaan pada kebaikan pada diri manusia

Pada mereka

padaku

Selain bisikan doa yang tulus dari bagian terdalam hatiku,

 

 “Ya Rabb…

Cintai dia dengan rengkuhan mahabbah pada-Mu,

 Lindungi dia dengan sayap-sayap akhlak sesuai syariat-Mu,

Berkahi dia dalam detik-detik nafas untuk mengharap ridho-Mu,

Biarkan ia meneguk keindahan cinta-Mu

 

Jadikan ia bidadari surga-Mu…”

 

Doa itu pantas untuk wanita sepertimu.

Wanita tercantik kepunyaan Allah…

 

Terimakasih ukh… untuk semuanya…

Uhibbuki fillah…

 

 

Selamanya cinta,

Depok, 5 Jan 09

di Negeri Para Anbiya,Persembahanku Untuk-Nya

November 23rd, 2008 by okisetianadewi

Tak pernah terbayang oleh saya, bahwa saya bisa menginjakkan kaki di negeri para Nabi, negeri dengan tebaran sejarahnya.

Tak pernah terbayang oleh saya, bahwa saya bisa menyaksikan sungai yang tak pernah lelah memberikan kehidupan bagi penghuni mesir, sungai yang menjadi saksi kemenangan atas Nabi Musa dan Fir’aun, sungai yang begitu indah dengan pijar-pijar dari gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

Saya ada di sini. Menyaksikan bagaimana bumi menelan matahari,perlahan… mengganti terang dengan lembayungnya yang indah. Di mega keemasan itu, saya hayati betul keindahan nildengan angin sejuk yang sesekali membelai lembut jilaba saya.

subhanallah…

Sementara itu, di tengah hiruk pikuk masyarakat dengan wataknya yang keras,ternyata alunan sebaik-baiknya bacaan itu dengan mudahnya membelai telinga saya. di mana pun saya berada. Menghafalkannya sambil sesekali berbisik dengan mata yang tak pernah lepas dari huruf-huruf indah itu. Membuat saya begitu malu, karena menyadari bahwa betapa  lalainya saya selama ini.

subhanallah…

di sini, di malam ini, sambil terus jemari saya menari di atas keyboard ini, ada keharuan luar biasa yang saya rasakan di kedalaman hati saya. Bahwa saya berada di sini, bukan tanpa alasan.Bahwa Allah menakdirkan saya di sini, untuk suatu tujuan yang jelas. Tujuan yang nantinya akan kupersembahkan untuk-Nya.

persembahan yang lahir dari seonggak daging, bernama

hati…

Being good is hard…

August 23rd, 2008 by okisetianadewi

Saya tidak pernah setuju bila ada orang mengatakan ‘dia nggak baik karna dia nggak pake jilbab, karna dia ngerokok’ atau apalah. tidak. ukuran keimanan seseorang bukan dilihat dari situ.

SEMUA ORANG PADA HAKIKATNYA ADALAH BAIK. ia dilahirkan baik. masalahnya terletak pada proses. Apakah ia bertahan dengan tetap menjadi baik, atau justru lemah…

Teman saya pernah berkata, "kita nggak hidup di zaman nabi , Ki! Susah mengimplemantasikan aturan Allah di zaman sekarang ini!"  ya…. memang. being good is hard. Kita memang nggak hidup di zaman nabi. Lalu kenapa? kenapa malah sengaja ‘menjerumuskan diri’.

Kalau saya boleh meneriakkan sesuatu yang sangat bergumul di hati saya, sesuatu yang kalau saja boleh saya teriakkan, andaikan bisa, saya akan berteriak "JANGAN BIARKAN IA MENYENTUH TUBUHMU!"  Teriakkan yang tertahan di dada, setiap saya melihat banyak pasangan berpacaran dengan begitu intimnya di kantin kampus. Saya hanya bisa menunduk tanpa sepatah katapun keluar dari mulut saya. Entahlah. Saya sedih. dan saya nggak tau kesedihan itu bersumber darimnana. Saya nggak rela. Ketidakrelaan saya pun tidak saya ketahui bersumber darimana.

Semua akan indah dan bernilai ibadah kalau memang suda waktunya! Allah telah menempatkan wanita di posisi yang begitu terhormat!Lalu dengan sengaja kita merendahkan itu semua!!

Ada sedikit kemarahan ketika saya menulis blog ini. Situasi tidaklah lagi kondusif untuk menjalankan aturan Allah. Segala macam dosa dianggap biasa. Orang-orang yang justru mengharapkan keridhoan Allah justru dianggan aneh. Orang-orang lebih aneh ketika melihat gadis bercadar ketimbang gadis bertank-top dan rok mininya, orang-orang melihat aneh ketika seseorang lebih memilih menjaga kesucian dirinya dengan tidak berpacaran, orang-orang lebih aneh melihat orang yang memilih untuk menjaga pandangannya. TOLONG HAMBAMU INI YA ALLAH….

Saya marah mendengar beberapa teman memilih untuk menyerah, mengenggap menginap di kosan pacar, clubbing dengan segala aktivitas ‘menjamah’ dan mebuk-mabukkan di dalamnya, atau apalah itu dianggap hal yang biasa! kemana teman-teman saya yang dulu???!!!! yang begitu polos dan periang dengan seragam putih abu-abunya. Kemana mereka YA ALLAH…?????? 

Saya marah, begitu saya pulang ke Batam, saya pergi ke bioskop dengan adik saya yang masih duduk di kelas 1 SMP, menonton  film horor Indonesia dan ternyata banyak sekali adegan MEMALUKAN di dalamnya!

saya marah, ketika banyak sekali pengemis dengan lebel ISLAM meminta-minta, merendahkan hargadirinya sendiri, dengan muka yang dilemas-lemaskan, ISLAM TIDAK SEPERTI ITU!

Saya tak akan malu untuk mengakuinya, bahwa ada tetes airmata untuk segala kecarutmarutan ini…

Saya cuma manusia biasa. Ada kalanya saya terbuai… larut dalam dosa. Karena itu, saya butuh teman-teman yang MENCINTAI ALLAH, yang TAKUT DENGAN ALLAH, yang MENGHARAP KERIDHOAN ALLAH…

Surga terlalu luas untuk ditempati sendirian. Mari kita saling mengingatkan. Tempat awal manusia adalah surga dan kita pun sudah selayaknya kembali ke tempat itu.

Being good is hard… tapi masih ada harapan yang membakar di dada-dada kita, bahwa kita bisa…

Karena Allah selalu berlari ke arah kita bila kita berjalan ke arah-Nya.
ALLAHUAKBAR!